Kasus Kebakaran Kosambi Menjadi Bukti Buruknya Pengawasan Sistem K3

Masih ingat kejadian yang terjadi beberapa waktu lalu di Desa Belimbing, daerah Kosambi, Tangerang, Banten. Sebuah pabrik kembang api bernama PT. Panca Buana Cahaya Sukses terbakar dan menewaskan 48 orang pegawainya, belum lagi 46 korban luka-luka.

Setelah ditemukan apa yang menjadi penyebab kebakaran pabrik tersebut, mulailah beberapa keanehan muncul ke permukaan. Beberapa saksi di lokasi kejadian menuturkan bahwa gerbang utama pabrik dalam keadaan tergembok saat peristiwa kebakaran terjadi.

Meski hal itu dibantah oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwona, yang mengatakan bahwa pintu utama pabrik tidak dalam keadaan terkunci, tetap saja, 48 nyawa melayang dengan kondisi hangus terbakar. 3 di antaranya adalah anak di bawah umur.

Diketahui para pegawai mencoba melarikan diri dari kobaran api yang berasal dari bangunan pabrik di depan. Mereka berbondong-bondong berlari ke bagian belakang pabrik namun api dengan cepat menjalar ke seluruh bagian pabrik dan mengepung mereka di dalam. Ketika kebakaran berhasil dipadamkan, ditemukan 48 mayat terbakar dalam kondisi yang mengenaskan menumpuk di bagian belakang pabrik.

kebakaran kosambi dan k3

Data Statistik Memprihatinkan

Kesehatan dan keselamatan kerja atau yang disingkat menjadi K-3 adalah aspek penting dalam dunia industri dan ketenagakerjaan baik di Indonesia ataupun dunia. Sudah menjadi hak asasi bagi setiap tenaga kerja di Indonesia untuk dilindungi kesehatan dan keselamatannya selama melakukan tugasnya di perusahaan tempatnya bekerja.

Meski begitu, laporan dari berbagai statistik menunjukan masih minimnya perhatian yang diberikan bagi para tenaga kerja di Indonesia dan bahkan cenderung kurang serius terutama dalam menanggulangi masalah yang terjadi perihal K-3.

Seiring banyaknya pertemuan, seminar dan diskusi yang membahas problematika serupa, namun tidak ada solusi konkrit dan tidak disertai implementasi dengan konsep yang jelas. Hal tersebut di atas tentu saja akan menjadi merugikan dan bahkan menghambat perkembangan industri di Indonesia.

Diambil dari data laporan yang diperoleh oleh BPJS Ketenagakerjaan di tahun 2015 dan tahun 2016, kasus kecelakaan kerja terlapor dengan jumlah yang sangat mengkhawatirkan. Ada sekitar 100 ribuan lebih kecelakaan kerja terjadi hanya pada tahun 2015 dengan 2300 nyawa pegawai melayang di dalam lingkungan kerjanya.

Sementara kondisi yang terjadi di tahun berikutnya, 2016, tidak kurang memprihatinkan. Tidak sampai penghujung tahun tersebut, sudah terjadi 101.367 kasus yang dilaporkan termasuk 2.382 orang korban dilaporkan meninggal dunia. Data tersebut menjelaskan bagaimana buruknya penerapan regulasi dan perhatian dari para pihak terkait mengenai permasalahan kesehatan dan keselamatan kerja ini.

Kenyataannya, hingga November 2016 hanya sekitar 359.724 perusahaan saja dari seluruh Indonesia yang mendaftarkan dirinya dalam program BPJS, dari angka tersebut masih ada permasalahan lain seperti tidak semua pegawai yang bekerja di perusahaan tersebut secara resmi terdaftar di dalam program K3 BPJS.

sistem k3

Standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Kesehatan dan keselamatan kerja (K-3) adalah bidang multi-disiplin yang berkaitan erat dengan keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan tenaga kerja ketika bertugas. Tujuan dari program K3 sendiri adalah untuk membentuk suatu lingkungan yang sehat dan aman bagi para pekerja di dalamnya.

Program ini juga dibangun untuk melindungi tidak hanya pegawai tetapi anggota keluarga, pemilik bisnis, konsumen dan masih banyak pihak lain yang bersangkutan yang mungkin akan terdampak oleh lingkungan tempat bekerja.

Dalam hukum, pemilik bisnis memiliki kewajiban untuk menjaga keselamatan para pegawainya. Payung hukum ini mengharuskan para pemilik perusahaan memberikan penjelasan secara rinci terhadap karyawannya sebelum mulai bekerja terkait dengan tugas umum, memperkenalkan tugas khusus, dan menciptakan sebuah badan yang berwenang untuk mengatur masalah keselamatan di tempat kerja (rinciannya bisa berbeda dari tiap region yuridiksi).

 

Please follow and like us:
Kasus Kebakaran Kosambi Menjadi Bukti Buruknya Pengawasan Sistem K3