Ternyata Ini yang Bikin Baterai Laptop Jadi Ngedrop

Semua baterai laptop dibuat dengan kemampuan menerima pengisian daya, biasanya sekitar 500 kali siklus pengisian atau lebih. Secara esensi, satu kali siklus pengisian sama dengan penggunaan daya hingga 0% lalu diisi kembali sampai 100%. Pemakaian daya baterai hingga 50% lalu diisi kembali hingga 100% dianggap setengah siklus.

Seiring berjalannya waktu, setiap siklus pengisian akan mengurangi kapasitas daya yang dimiliki oleh baterai, artinya semakin jarang kamu menghabiskan baterai laptop sebelum di-charge, semakin lama juga baterai akan bertahan.

baterai laptop tahan lama

Menghemat Siklus, Menyelamatkan Baterai

Dilansir dari Digital Trends, untuk menjaga baterai laptop tetap awet kamu bisa mulai dengan mengatur kembali pengaturan daya laptop-mu. Banyak komputer yang memiliki kemampuan “eco mode” yang secara otomatis mengubah pola penggunaan daya untuk menjaga baterai bertahan lebih lama.

Kamu juga bisa mengurangi penggunaan daya secara manual dengan mematikan Wi-Fi dan Bluetooth saat kamu tidak menggunakannya, mematikan fitur seperti lampu latar keyboard juga dapat membantu menghemat daya.

Menjaga Baterai Tetap di Zona Aman

Sebelum menggunakan lithium-ion, baterai menggunakan nickel-metal hydride atau yang dikenal dengan baterai NiMH. Namun, baterai jenis ini memiliki masalah “battery memory” di mana baterai akan “lupa” kapasitas pengisian penuhnya dan mulai mengisi daya dari level yang lebih rendah mengakibatkan baterai semakin lama akan semakin cepat habis.

Ini adalah yang menjadi alasan kenapa dulu para penjual handphone menyarankan untuk mengosongkan baterai handphone baru untuk kemudian diisi kembali dayanya selama 8 jam (atau sampai penuh) dalam keadaan mati. Hal ini dimaksudkan untuk mengkalibrasi ulang baterai agar baterai “ingat” kembali kapasitas dayanya.

tips merawat baterai laptop

Berbeda dengan baterai jenis li-ion, yang tidak disarankan untuk mengosongkan daya hingga nol. Malah disarankan untuk mengisi baterai saat daya berada di sekurang-kurangnya 15% dan mengisi tidak perlu sampai 100%. Karena banyak penelitian menyatakan baterai li-ion bekerja optimal di angka 80%.

Panas: Musuh Utama Li-Ion

Meski baterai jenis lithium ion memiliki ketahanan yang lebih dibandingkan beberapa jenis baterai yang ditemukan sebelumnya, bukan berarti baterai ini tidak memiliki kelemahan. Terlalu lama terekspos pada panas akan merusak komponen baterai dan akhirnya membuatnya tidak tahan lama.

Baterai laptop seringkali terkena panas dalam beberapa kondisi. Seperti ketika laptop terlalu lama digunakan untuk bekerja, prosesor dan memori akan menimbulkan panas yang dapat mempengaruhi fungsi kerja laptop. Terlalu lama disimpan di permukaan yang tidak membiarkan udara bersirkulasi juga bisa berbahaya untuk laptop. Maka jangan gunakan laptop di atas permukaan kasur atau bantal.

Menyimpan laptop di atas pangkuanmu juga bisa berbahaya. Meskipun laptop mendapatkan namanya karena sering dipakai di atas pangkuan pemakainya, radiasi yang dikeluarkan oleh baterai laptop dapat berbahaya pada tubuhmu terutama pria, karena akan menyebabkan beberapa penyakit testikular.

baterail laptop drop

Hindari Hal Ini Agar Baterai Laptop Tetap Awet

Untuk menyimpulkan informasi di atas, ini adalah beberapa hal yang bisa kamu hindari agar baterai laptopmu lebih sehat dan awet.

  • Mengosongkan daya: Seperti yang telah disebutkan di atas, saat baterai kosong artinya baterai telah melewati siklus penuh. Semakin sering kita melewati siklus ini, semakin pendek umur baterai.

 

  • Menggunakan Mode Hibernasi: Jika kamu sering menggunakan mode hibernasi, artinya kamu memaksa bateraimu bekerja sampai titik darah penghabisan. Saat bateraimu mulai kehabisan daya, sebaiknya cari sumber daya. Jika tidak ada, simpan dulu semua data pekerjaan kamu lalu matikan laptop. Gunakan kembali saat kamu menemukan tempat mengisi daya.

 

  • Cuaca Panas: Tidak hanya pengaruh panas dari komponen laptop lain, sirkulasi udara yang buruk dan cuaca panas juga dapat berpengaruh pada kinerja baterai. Pastikan bateraimu bekerja dengan keadaan cukup dingin. Dengan begitu bateraimu akan lebih awet dan dapat digunakan lebih lama.

 

Sekian tips untuk menjaga baterai tetap awet. Untuk kamu yang ingin tetap awet muda dan terjauh dari penyakit, selalu senang dan hindari stres. Artikel ini adalah kerjasama antara kip-pln.com dengan MAHABET.org, situs permainan yang aman dan terpercaya, bergabunglah bersama ribuan member lain untuk bersenang-senang di dalam permainan yang memacu adrenalin.

4 Mitos tentang Charging Baterai Laptop dan Smartphone

Sebagai sebuah bagian yang vital bagi smartphone dan laptop Anda, baterai ternyata masih memiliki beberapa mitos yang dianggap fakta oleh kebanyakan orang. Di bawah ini Anda akan menemukan 4 mitos mengenai baterai yang dipercaya bahwa hal tersebut benar oleh banyak orang.

  1. Menggunakan Charger Harus yang Bermerk

Banyak orang yang berpikir bahwa mereka harus menggunakan charger bermerk untuk menjaga agar kondisi baterai tetap baik. Sebagai contoh, Anda memiliki sebuah smartphone Samsung dan kebetulan charger baterai Anda rusak. Jangan buru-buru menghabiskan sejumlah uang untuk membeli charger asli Samsung karena takut baterai smartphone Anda rusak. Menggunakan charger lain pun sebenarnya tidak masalah sama sekali.

mitos charging baterai hp laptop

Mungkin yang menjadi kendala adalah proses charging yang tidak optimal karena daya yang dikeluarkan oleh charger yang tidak bermerk tersebut berbeda dari charger yang bermerk. Akan tetapi, sekali lagi, tidak ada hubungannya antara baterai yang rusak dengan penggunaan charger yang tidak bermerk. Pastikan saja keluaran dayanya sama dan seharusnya tidak ada masalah apa-apa. Hal ini juga berlaku bagi laptop.

  1. Bolehkah Menggunakan Smartphone/Laptop Saat Dicharge?

Pertanyaan ini sering ditanyakan para pengguna gadget. Ada sebuah kepercayaan, khususnya para pengguna smartphone bahwa saat sedang dicharge, sebaiknya smartphone tidak digunakan sama sekali. Kalau ingin digunakan, cabut charger terlebih dahulu. Kepercayaan ini sebenarnya tidak beralasan. Coba saya tanya, pada saat sedang dicharge, apakah smartphone dalam keadaan mati atau menyala? Kebanyakan orang akan tetap menyalakannya. Nah, pada saat smartphone Anda sedang dicharge dalam keadaan menyala, apakah data internet dan proses sinkronisasi tidak berjalan? Tetap berjalan bukan? Artinya, dalam keadaan dicharge dan Anda geletakkan begitu saja, smartphone Anda tetap bekerja.

Jadi tidak ada alasan untuk tidak menggunakan smartphone saat dicharge. Hanya saja, pastikan penggunaannya dalam tahap wajar. Usahakan untuk tidak menggunakan fungsi smartphone untuk keperluan fitur yang berat seperti untuk bermain game. Memainkan game saat dicharge akan membuat baterai menjadi cepat panas dan hal ini bisa menurunkan performa baterai jika terjadi berulang-ulang.

main hp saat cas

  1. Mengecharge Baterai Semalaman Akan Merusak Baterai?

Hal ini bisa jadi benar bisa jadi tidak tergantung jenis smartphone yang Anda miliki. Smartphone jaman sekarang ini sudah amat sangat cerdas. Ada sebuah fitur yang tidak Anda ketahui yang akan membuat aliran listrik dari charger akan terputus saat baterai sudah dalam posisi full. Jadi bisa dibilang mengecharge semalaman tetaplah aman. Akan tetapi jika smartphone Anda merupakan jenis yang lama, bisa jadi hal ini benar karena belum adanya teknologi yang disebutkan di atas tersemat dalam smartphone Anda. Lalu bagaimana dengan laptop? Sebelas, dua belas dengan smartphone. Untuk laptop jenis baru, mengecharge semalaman bukanlah hal yang perlu Anda risaukan. Akan tetapi sebaiknya tidak Anda lakukan jika Anda memiliki laptop dengan jenis lama.

  1. Penggunaan Internet Merupakan Hal Yang Paling Menguras Daya Baterai?

Lagi-lagi hal ini merupakan mitos yang salah. Dan sayangnya banyak orang yang percaya. Penggunaan internet ternyata bukanlah hal yang paling menguras daya baterai laptop dan smartphone. Malahan, penggunaan internet tergolong sebagai penggunaan yang sangat normal. Yang paling menguras daya baterai adalah bermain game baik itu dengan menggunakan laptop maupun smartphone. Alasannya adalah karena saat bermain game, gadget Anda akan secara optimal menggunakan kartu grafis (untuk laptop) dan GPU/Graphic Processing Unit (untuk smartphone). Saat bagian tersebut aktif secara optimal, daya baterai akan cepat terkuras.

Tips Hemat Listrik Di Zaman Non Subsidi Listrik

Kaget dong dengan kenaikan tarif listrik berkali-kali dalam setahun? Sebagai rakyat biasa, kita cuma bisa ngeluh karena tagihan listrik naik berkali lipat. Padahal, listrik sudah jadi kebutuhan dasar masyarakat. Setiap orang butuh listrik untuk kehidupannya sehari-hari. Baik dari segi hiburan, pendidikan, pekerjaan, kebutuhan rumah tangga dan lainnya.

bayar listrik naik

Siapa yang tidak punya alat elektronik? Butuh listrik kan untuk mengecharge atau menghidupkannya? Kita sering membawa laptop dan telepon selular ke luar rumah selama beraktivitas. Belum lagi alat elektronik lain yang sering dipakai di rumah seperti komputer, televisi, AC, kulkas, lampu, penanak nasi dan setrika. Semua itu pake listrik. Kebayang dong, berapa besar budget yang harus disiapin untuk membayar tagihan listrik alat-alat tersebut setiap bulannya?

Kalau dipikir-pikir berat banget. Apalagi buat yang sudah berkeluarga. Tagihan listriknya udah pasti melonjak gila-gilaan. Daripada pusing mikirin bayarnya, mending ikutin deh tips-tips di bawah ini untuk ngurangin biaya tagihan listrik. Sebagai info, tips ini sudah applicable, jadi sudah terbukti dan siapa aja bisa praktekinnya.

  1. Lampu dan AC biasanya jadi faktor utama biaya listrik. Jadi, mulai sekarang, rajin-rajin matiin lampu yang ga dipakai. Dan AC dipakai waktu malam aj, kalo siang pakai kipas angin. Toh, keringetan-keringetan juga karena aktivitas. Untuk ruangan yang ga dipakai kayak gudang, pakai lampunya yang wattnya kecil. Dijamin hemat deh!
  2. Setrika makan daya listrik besar. Cari setrika yang temperaturnya bisa diatur. Dan yang paling penting, bikin satu waktu khusus untuk menyetrika. Jadi, ga selembar baju nyetrika, selembar celana nyetrika. Boros man!
  3. Manusia modern kan masak nasinya pake rice cooker. Biar hemat listrik, air yang dipake air panas. Jadi nasi lebih cepat mateng dan listrik bisa dihemat.

tips hemat listrik

Selain itu di bawah ini ada tips khusus untuk nambah-nambah hemat listrik. Disimak ya!

  1. Jangan menyalakan listrik di siang hari. Untuk area dapur dan kamar mandi yang gelap, bisa diakali dengan memakai seng plastik fiber di atap rumah. Dengan cara ini, sinar matahari bisa masuk ke dalam rumah yang cukup menerangi dua area itu. Kan, ga pengen baca buku di kamar mandi, toh?
  2. Di malam hari, pemakaian lampu ga bisa dikurangi karena sebagai sumber penerang. Kalau banyak ruangan yang membutuhkan penerangan, batasi dengan menyalakan lampu di ruangan yang sedang dipakai. Misalnya ruang TV, dapur, kamar mandi dan teras rumah. Dan biasakan mematikan lampu kamar sebelum tidur. Selain hemat listrik, hal ini disarankan oleh dokter supaya istirahat kita maksimal.
  3. Pakai alat elektronik yang bisa dipakai di siang hari seperti mesin cuci dan setrika. Karena, di siang hari pemakaian lampu berkurang, jadi tagihan listrik bisa lebih hemat. Sedangkan malam hari semua lampu hidup, tentunya akan menambah daya dan kuota listrik jika mesin cuci atau setrika juga dihidupkan.
  4. Jangan lupa melepas charger handphone dan laptop dari stop kontak. Karena daya listrik tetap tersedot dan listrik terbuang sia-sia.
  5. Gunakan sambungan listrik atau stop kontak yang ada tombol on/off. Selain demi keamanan anak-anak dari tersengat listrik, tombol itu bisa memutuskan aliran listrik utama ke alat elektronik kita. Kalau belum efektif mengurangi tagihan listrik, kabel listrik langsung dicabut saja dari terminal.

Kelihatannya tips-tips ini mudah dan sepele. Tapi manfaat yang didapat lumayan mengurangi tagihan listrik. Jadi, mari kita hemat listrik!